Detail Cantuman Kembali

XML

rancang bangun alat monitoring pasang surut air laut berbasis internet of things dan diterapkan di kawasan wisata pantai kenjeran surabaya


Alat pemantau pasang surut (pasut) air laut sangat diperlukan dalam oseanografi. Namun terdapat beberapa keterbatasan pada alat ukur pasut air laut konvensial sehingga menyulitkan oseanografer untuk mendapat data pasut, yaitu terbatasnya jarak pandang mata ahli oseanografi terutama pada malam hari, serta data pasang surut yang diperoleh masih manual dan bekerja secara offline. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian perancangan alat monitoring yang dapat beroperasi secara realtime dan jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun alat pemantau pasang surut berbasis Internet of Things (IoT) yang menerapkan tranduser SRF05 sebagai pembaca ketinggian pasut, menggunakan wireless transceiver NRF24L01 sebagai komunikasi alat, menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai konektifitas dan pemproses data, serta menerapkan aplikasi Blynk sebagai antarmuka pengguna agar alat tersebut dapat bekerja secara realtime, jarak jauh dan dapat dipantau melalui smartphone. Alat monitoring pasang surut tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu modul tranduser tempat SRF05 berada dan modul server yang menggunakan NodeMCU ESP8266. Pada modul tranduser, SRF05 bekerja dengan membaca dasar perairan terlebih dahulu. Hasil pembacaan dasar perairan tersebut kemudian dikurangi tinggi permukaan air sehingga dapat diperoleh data tinggi pasut air laut. Pengujian SRF05 dilakukan dengan cara membandingkan hasil data SRF05 dengan penggaris konvensional. Pengujian aplikasi Blynk dilakukan dengan memasang alat tersebut di kawasan wisata pantai Kenjeran Surabaya. Pengujian data alat dilakukan dengan membandingkan data pada aplikasi Blynk dengan rambu pasut yang dipasang sejajar dengan alat. Dari uji NRF24L01, jarak penempatan modul tranduser yang ideal ke modul server maksimal 150 m. Hasil pengujian SRF05 menunjukkan akurasi sebesar 99,554% dengan jarak pengukuran maksimal 330 cm. Tingkat kesalahan data dari alat tersebut sebesar 1,46 %. Berdasarkan pemantauan pasut selama tujuh hari menggunakan alat monitoring pasut IoT, tipe pasang surut air laut di perairan Nambangan, kawasan wisata pantai Kenjeran Surabaya mengalami pasang surut campuran condong ke harian ganda.
626.23.21 And r
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2023
Surabaya
xvi, 130 p. : ill. ; 29 cm.
Tesis
LOADING LIST...
LOADING LIST...